Resep Ikan Nila Goreng


Tempat penjualan ikan nila

Ikan nila dan bumbu yanng sudah siap di goreng

Alhamdulillah di hari jum’at siang ini kembali saya posting di blog ini, kali ini akan saya sampaikan resep ikan nila goreng, kalaupun sederhana namun mungkin sebagian orang ada yang nggak mau (males) ngurusin ikan, kalau makannya banyak yang mau sepertinya. :D. Ok baiklah dibawah ini saya lampirkan bahan & tata cara masak ikan nila goreng :

Bahan :
1. Ikan Nila (1 Kg)
2. Bawang merah (5 siung)
3. Bawang putih (3 siung)
4. Garam (3 sendok makan)
5. Kunyit (3 siung)
6. Minyak goreng (500 ml)

Cara Memasak :
1. Bersihkan ikan nila, keluarkan semua kotoran sampai bersih, simpan dalam baskom.
2. Ulek bawang merah, bawang putih, kunyit dan garam sampai lembut
3. Campurkan bumbu yang telah diulek dengan ikan nila sampai rata
4. Panaskan minyak goreng
5. Goreng ikan nila secukupnya (sesuai ukuran katel)
6. Tunggu sampai ikan matang
7. Tiriskan ikan nila yang telah digoreng tersebut
8. Ikan nila siap disajikan. Alangkah lebih baik disajikan dengan lalapan, tempe, tahu dan sambal sehingga akan semakin nikmat rasanya….Alhamdulillah.

Nasi_ikannila

Demikian resep sederhana ikan nila goreng ini saya sampaikan, selamat mencoba & menikmati! 🙂

Pisang Angleng Hasil Tanam Orang Tuaku


Pisang Angleng_dipohon

Pisang Angleng Masih dipohon

Pisang Angleng_dipanen.jpeg

Pisang Angleng yang sudah ditebang

Pisang Angleng_disisir.jpeg

Pisang Angleng sudah disisir

Pisang Angleng_matang

Pisang Angleng sudah matang

Alhamdulillah hari ini saya kembali posting mengenai buah-buahan yang didapat hasil panen di kebun Orang tuaku. Kali ini mengenaai pisang angleng, saya kurang tau didaerah lain apa nama lain pisang angleng ini. Gambar-gambar ini saya ambil bulan maret 2018 lalu. Pohon pisang angleng ini terbilang lebih tinggi dibanding pisang-pisang lainnya, untuk pohon induk yang super bisa menghasilkan kurang lebih sampai 18 sisir pisang.

Pisang angleng ini ketika matang memiliki aroma wangi yang khas. Kami di keluarga biasa menebang pohon pisang ini kalau sudah kelihatan buahnya sudah tua (agak menguning) atau ada salahsatu yang sudah dimakan sama kelelawar. Ciri lain dari pisang angleng adalah ketika mau memetik dari sisirnya akan sangat sulit lepas tanpa bantuan pisau untuk memotongnnya.

Demikian ulasan singkat mengenai pisang angleng, mudah-mudahan ada manfaatnya.

 

Membuat Basis Data Penilaian SMK


Alhamdulilah di hari selasa yang cerah ini akan saya posting pembuatan basis data penilaian untuk di SMK. Kalaupun masih jauh dari sempurna yang utama, semua tulisan di blog ini untuk dokumentasi pribadi yang bisa dibaca oleh umum.

Persiapan :

  1. DBMS MySQL / MariaDB nya harus sudah terinstal di laptop / PC.
  2. Running service yang dibutuhkan (apache & MySQL / MariaDB)
  3. Buka jendela SQL di PHP MyAdmin / CMD / SQL Yog / Navicate atau yang lainnya
  4. Siapkan struktur tabel beserta tipe data untuk masing-masing tabel
  5. Siapkan data untuk mengisi masing-masing tabelnya.

A. Membuat basis data penilaiansmk :

Create database penilaiansmk;

– Masuk ke database penilaiansmk :

Use penilaiansmk;

B. Membuat Tabel

Tabel : kompetensi

No. Nama Field Keterangan
1. kd_kompetensi Primary Key
2. nama_kompetensi
3. prog_keahlian

Perintah SQL :

Create table kompetensi(kd_kompetensi char(2) primary key, nama_kompetensi varchar(50), prog_keahlian varchar(50));

Lihat hasilnya : desc kompetensi;

Tabel : guru

No. Nama Field Keterangan
1. nip Primary Key
2. nama_guru
3. tempat_lahir
4. tgl_lahir Tanggal lahir
5. jenkel Jenis Kelamin (L, P)
6. alamat Alamat lengkap
7. no_hp Nomor handphone
8. pend_akhir Pendidikan terakhir

 

Perintah SQL :

CREATE TABLE guru(nip VARCHAR(18) PRIMARY KEY, nama_guru VARCHAR(50), tempat_lahir VARCHAR(50), tgl_lahir DATE,jenkel ENUM(“L”,”P”), alamat VARCHAR(100), no_hp VARCHAR(15), pend_akhir VARCHAR(50));

Lihat hasilnya : desc guru;

Tabel : matpel

No. Nama Field Keterangan
1. kd_matpel Primary Key
2. nama_matpel Nama Mata Pelajaran
3. jumlah_jam
4. tingkat Tingkat (level kelas)
5. kd_kompetensi Foreign key (link ke tabel kompetensi)

Perintah SQL :

Create table matpel(kd_matpel char(5) primary key, nama_matpel varchar(50), jumlah_jam int(2), tingkat varchar(5), kd_kompetensi char(2));

Lihat hasilnya : desc matpel;

Tabel : siswa

No. Nama Field Keterangan
1. nis Primary Key
2. nama_siswa
3. tempat_lahir
4. tgl_lahir Tanggal lahir
5. alamat
6. no_telepon Nomor telepon / handphone
7. kd_kompetensi Foreign Key (link ke tabel kompetensi)

Perintah SQL :

Create table siswa(nis char(10)primary key, nama_siswa varchar(50), tempat_lahir varchar(50), tgl_lahir date, alamat varchar(100), no_telepon varchar(15), kd_kompetensi char(2));

Lihat hasilnya : desc siswa;

Penambahan field jenkel setelah kolom tgl_lahir :

ALTER TABLE siswa ADD jenkel ENUM(“L”,”P”)AFTER tgl_lahir;

Cek perubahan struktur tabel siswa :

Tabel : nilai

No. Nama Field Keterangan
1. kd_nilai Primary Key
2. nis Foreign Key (link ke tabel siswa)
3. kd_matpel Foreign Key (link ke tabel mata pelajaran)
4. nilai_p Nilai pengetahuan
5. nilai_k Nilai Keterampilan
6. semester
7. tapel Tahun Pelajaran

 

Perintah SQL :

Create table nilai(kd_nilai int primary key auto_increment, nis char(10), kd_matpel char(5), nilai_p int(3), nilai_k int(3), semester varchar(6), tapel varchar(10));

Lihat hasilnya : desc nilai;

C. Mengisi Data

Format penulisan satu baris :

Insert into nama_table (field1, field2, field3) values (‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’);

atau

Insert into nama_table values (‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’);

Format penulisan lebih dari satu baris :

Insert into nama_table (field1, field2, field3) values

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’);

atau

Insert into nama_table values

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’),

(‘nilai_field1′,’nilai_field2′,’nilai_field3’);

Contoh :

– Mengisi tabel kompetensi :

Insert into kompetensi values

(“01”,”TITL”,”Teknik Ketenagalistrikan”),

(“02”,”TOI”,”Teknik Ketenagalistrikan”),

(“03”,”TAV”,”Teknik Elektronika”),

(“04”,”RPL”,”Teknik Komputer dan Informatika”),

(“05”,”TKJ”,”Teknik Komputer dan Informatika”),

(“06”,”MM”,”Teknik Komputer dan Informatika”),

(“07”,”Semua Kompetensi”,”Semua Program”);

Tampilan setelah di running (F9) :

Untuk tabel lainnya (guru, matpel, siswa, nilai) silahkan dilanjutkan karena caranya sama dengan perintah insert pada tabel kompetensi diatas, tinggal menyesuaikan kolom dan nilainya saja.

Contoh pengisian seperti berikut :

 

D. Menerapkan Constraint

Constraint (batasan) pada sebuah field di basis data ada beberapa yaitu :

  1. Primary key (kombinasi antara unique dan not null)
  2. Foreign key (kunci tamu)
  3. not null (menetapkan sebuah kolom supaya harus diisi / tidak boleh kosong)
  4. unique (menetapkan sebuah kolom supaya nilainya berbeda dengan baris data yang lain)
  5. check
  6. default
  7. index

 

Contoh penerapan :

– merelasikan antara tabel matpel dengan guru :

Alter table matpel add constraint foreign key(nip) references guru(nip);

– merelasikan antara tabel matpel dengan kompetensi :

ALTER TABLE matpel ADD CONSTRAINT FOREIGN KEY(kd_kompetensi) REFERENCES kompetensi(kd_kompetensi);

– merelasikan antara tabel siswa dengan kompetensi :

ALTER TABLE siswa ADD CONSTRAINT FOREIGN KEY(kd_kompetensi) REFERENCES kompetensi(kd_kompetensi);

 – merelasikan antara tabel nilai dengan siswa :

ALTER TABLE nilai ADD CONSTRAINT FOREIGN KEY(nis) REFERENCES siswa(nis);

 – merelasikan antara tabel nilai dengan matpel :

ALTER TABLE nilai ADD CONSTRAINT FOREIGN KEY(kd_matpel) REFERENCES matpel(kd_matpel);

E. Menampilkan Data

– Contoh penulisan select dari satu tabel:

select * from kompetensi;

 

– Contoh penulisan select lebih dari satu tabel (multitable):

SELECT siswa.`nis`, siswa.`nama_siswa`, kompetensi.`nama_kompetensi`
FROM siswa, kompetensi
WHERE siswa.kd_kompetensi=kompetensi.`kd_kompetensi`

Perintah SQL (Structure Query Language)


SQL adalah bahasa standar yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan mengambil data dalam database. Dalam mempelajari SQL ada beberapa hal yang harus kita pahami, diantaranya :

A. Kelompok Perintah SQL

B. Constraints

C. Tipe Data (data type)

D. Objek Basis Data (database object)

Marilah kita rinci satu-persatu :

A. Kelompok Perintah SQL

No. Kelompok Perintah Perintah Objek Operasi Fungsi
1. DDL (Data Definition Language) Create Database, table, index Membuat database, table atau index
Alter Table Column, constraint Add, drop, change / modify Mengubah struktur table (nama field, tipe data, field size)
Drop database, table Menghapus database atau table
2. DML (Data Manipulation Language) Insert table Menambahkan data pada table
Select table Menampilkan data dari table
Update table Mengubah data pada sebuah table
Delete table Menghapus data tertentu pada sebuah table
3. DCL (Data Control Language) Grant Memberikan hak akses kepada user tertentu
Revoke Menghapus hak akses yang telah diberikan terhadap user tertentu
4. TCL (Transaction Control Language) Commit Menyetujui transaksi yang baru saja di running (mengakhiri semua transaksi)
Rollback Mengembalikan ke keadaan terakhir dari sebuah transaksi yang telah di commit

B. Constraints

Constraints adalah aturan (batasan) yang diterapkan pada kolom (field) tertentu. Constraint pada basis data meliputi :

  1. Primary Key : Kombinasi dari UNIK dan NOT NULL. Mengidentifikasi setiap baris dalam tabel secara unik
  2. Foreign Key : Mengidentifikasi baris / rekaman di tabel lain secara unik
  3. Unique : Memastikan bahwa semua nilai (data) dalam kolom berbeda antara baris satu dengan yang lainnya
  4. Not Null : Memastikan bahwa kolom tidak dapat memiliki nilai NULL (mesti diisi)
  5. Check : Memastikan bahwa semua nilai (data) dalam kolom memenuhi kondisi tertentu
  6. Default : Menetapkan nilai default untuk kolom ketika tidak ada nilai yang ditentukan
  7. Index : Digunakan untuk membuat dan mengambil data dari database dengan sangat cepat

C. Tipe Data (Data Type)

Hal ketiga yang harus dipahami adalah penentuan tipe data, dengan tipe data kita bisa mengatur nilai (data) apa saja yang boleh dimasukkan pada tabel tertentu. Secara umum tipe data di DBMS dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu : tipe data string, numerik, dan tanggal waktu. Dari tiga kelompok tipe data tersebut lagi selanjutnya di masing-masing DBMS diuraikan lagi menjadi tipe data yang lebih spesifik sesuai dengan peruntukannya. Berikut ini kita lihat tipe data dari DBMS MS Access, SQL Server, MySQL dan Oracle yang saya ambil dari beberapa sumber.

1. MySQL :

a. String : char, varchar, binary, varbinary, tinyblob, tinytext, text, blob, mediumtext, mediumblob, logtext, longblob, enum, set.
b. Numerik : BIT, tinyint, bool, boolean, smallint, mediumint, int, bigint, float, double, double precision, decimal.
c. Tanggal dan Waktu : date, datetime, timestamp, time, year

 

2. SQL Server

a. String : char, varchar, text, nchar, nvarchar, ntext, binary, varbinary, image

b. Numerik : bit, tinyint, smallint, int, bigint, decimal, numeric, smallmoney, money, float, real

c. Tanggal dan Waktu : datetime, datetime2, smalldatetime, date, time, datetimeoffset, timestamp

3. Microsoft Access :

a. String : Text, memo, yes/no, ole object, hyperlink, lookup wizard

b. Numerik : byte, integer, long, single, double, currency, autonumber

c. Tanggal dan Waktu: date/time

 

D. Objek Basis Data (database object)

Secara umum dalam DBMS biasa terdapat objek-objek berikut ini :

1. Tables (kumpulan tabel)

2. Views (kumpulan query yang disimpan)

3. Stored Procedure

4. Stored Function

5. Triggers

Jeruk Bali (Jeruk Besar)


Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar dan melaksanakan segala aktivitas yang rutin setiap hari, disela-sela kegiatan saya sempatkan untuk posting ulasan di blog ini. Kali ini kita bahas mengenai jeruk bali, kalaupun sebenarnya bukan berasal dari bali, entah kenapa sampai diberi nama jeruk bali. Jeruk bali (pomelo), memiliki nama ilmiah Citrus grandis / Citrus maxima, buah ini memiliki rasa asam dan ada manisnya.

Gambar jeruk bali tersebut saya foto tahun 2011, waktu itu tepat dibelakang rumah ortuku ada pohon jeruk bali yang kebetulan sedang berbuah, Alhamdulillah saya merasakan memetik sendiri dari pohonnya.

Jeruk sama saja seperti jeruk biasa (kecil), namun karena jeruk bali ini memiliki ukuran yang besar (kira-kira sebesar bola / kepala orang dewasa) tentunya memiliki kulit buah yang tebal, biji yang lebih besar namun dengan jumlah yang jarang. Cara mengkonsumsinya biasa saja, ada yang dimakan langsung, dibuat jus, atau bisa juga dicampur dengan buah-buah lain dalam sebuah sop buah. Negara kita (Indonesia) memiliki tanah yang subur sehingga berbagai buah-buahan bisa tumbur subur pula dan menghasilkan buah yang super-super bisa dikoonsumsi untuk diri sendiri dan keluarga, bisa juga dibudidayakan untuk dijual bakhan sampai di ekspor.

Terakhir melalui tulisan ini, saya menghimbau kepada para pembaca yang mmemiliki lahan kosong agar dimanfaatkan untuk menanam buah-buahan yang bermanfaat. Insyaa Alloh ketika suatu saat pohon tersebut sudah menghasilkan buah tentunya bukan haanya yang menanamnya yang akan memetik hasilnya juga orang laain ikut merasakannya. Demikian ulasan ini saya tulis, selamat menanam dan memetik hasilnya!.

Menanam Cabe Rawit (Cengek)


Cengek Koneng

Kalau mendengar kata cabe rawit (cengek) pasti kesan yang didapat adalah rasa pedas. Memang itu rasa dari cabe rawit yaitu untuk memberikan rasa pedas pada bumbu di masakan, membuat sambal, atau dimakan langsung ketika memakan makanan tertentu. Katanya di dalam cabe rawit ada kandungan vitamin C nya, entah berapa banyak aku nggak tau 😀 karena belum pernah melakukan penelitian di laboratorium. 😛

Ok baiklah, kali ini saya mau berbagi tentang cara menanam cabe rawit. Ada beberapa langkah yang harus kita ketahui, diantaranya :

1. Siapkan cabe rawit yang super (pilih cabe yang sudah matang)

2. Jemur di tengah terik matahari sampai benar-benar kering (beberapa hari)

3. Setelah kering, pisahkan biji cabe rawit dengan kulit buahnya

4. Siapkan media untuk melakukan pembenihan cabe (di tanah langsung, pada poli bag ataupun di pot)

5. Taburkan benih cabe rawit pilihan di tempat pembenihan, tutup dengan tanah yang tipis supaya tidak kelihatan / tidak mudah terganggu oleh manusia, binatang, atau angin.

6. Siram pembenihan cabe rawit tersebut dengan air

7. Perhatikan benih cabe rawit tersebut setiap hari

8. Setelah tumbuh kurang lebih tingginya 10 cm , benih cabe tersebut siap dipindahkan ke media tanam yang akan dipakai (tanah, pot, atau polibag)

Pabinihan Cengek

Pembenihan Cabe rawit di tanah langsung

Cengek koneng_kembang

Cabe rawit kuning yang sedang berbunga

 

Jagung di kebun ortuku dulu


Kalau melihat pohon jagung yang berbuah seperti gambar diatas kangen rasanya, sejuk dimata, sekaligus bisa menikmati jagung bakar / jagung rebus sendiri. Gambar-gambar tersebut diambil tahun 2012 an, waktu itu bapakku yang tanam. Saat ini dengan usia bapak yang sudah lanjut (-+80 tahun), beliau sudah tidak seperti dulu lagi yang rajin menanam berbagai jagung, kacang panjang, singkong, dll. Ingin rasanya berkebun sendiri dan bisa menghasilkan berbagai buah-buahan / sayuran yang bisa dikonsumsi sendiri, berbagai dengan kerabat dan bisa dijual pula :D. Kalaupun memang saat ini bisa kita lakukan tanpa memiliki lahan yang luas, namun masih belum sempat juga. Dua tahun lalu sudah pernah dipraktikkan menanam tomat dan cabe di pot, walaupun sedikit minimal untuk konsumsi sendiri, hasilnyapun lumayan Alhamdulillah.

Kembali lagi ke topik jagung, jagung ini sebenarnya bukan termasuk sayuran. Kalaupun memang suka dibuat sayur 😀 jagung bukan termasuk tanaman sayuran tapi buah-buahan. Usia jagung memang terbilang singkat, makanya jagung sering disebut-sebut (dalam pribahasa) “tidak seumur jagung” artinya sampai bisa dipanen memerlukan waktu yang cukup singkat (3 s.d 4 bulan). Entah kenapa ya padi tidak dipakai dalam peribahasa tersebut misalnya “tidak seumur padi” hahaha…#maksa.

Saya sering memperhatikan bapakku ketika menanam jagung, dari mulai pembenihan (pembibitan), penanaman, pemeliharaan, sampai dengan panen. Menurut saya sungguh luar biasa perjuangannya, kita hanya memetik dan menikmatinya saja. Sungguh kalau kita renungi hikmah dari proses tumbuhnya sebuah tanaman yang tadinya hanya dari sebutir biji kering yang ditanam di tanah dan kelihatannya biasa-biasa saja, lama-kelamaan tumbuh tunas baru dan setiap waktunya ada perkembangan (tumbuh kembang) menjadi pohon yang tinggi serta berbuah, itu pasti akan memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Kholik (Alloh Subhanahu wata’ala). Begitupun kita (sebagai manusia) suatu saat akan dimatikan (dikubur ditanah) dan akan dihidupkan kembali (di hari kebangkitan)…Allohu Akbar.

“Sesungguhnya Alloh menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Alloh,  mengapa kamu masih berpaling?”

(Q.S. Al-An’aam : 95)

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Alloh”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”

(Q.S. Yunus : 31)

“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

(Q.S. Ar-Ruum : 19)

Demikian ulasan singkat tentang jagung kali ini sekaligus merenungi berbagai penciptaan alam semesta beserta isinya yang merupakan dalil dari Sifat Wujud (ada) Alloh yaitu wujudu hadzihil makhluqoti.

Selamat bertaffakur.

 

 

Buah Alpukat (Persea americana)


 

Buah alpukat (Persea americana) merupakan buah yang sudah banyak tersebar di Indonesia dan tumbuh dengan baik. Saya masih ingat dulu ketika di belakang rumah ortuku ada dua pohon alpukat yang satu buahnya berbentuk lonjong, yang satu lagi berbentuk bulat. Namun sayang kedua pohon alpukat tersebut sudah tidak ada lagi, yang satu mati karena tertimpa pohon albasiah yang ditebang. Yang satu lagi ditebang karena pohonya berada tepat dekat dapur, sehingga apabila musim berbuah banyak buah yang jatuh ke genting dapur sehingga pecah-pecah gentinggnya.

Alhamdulillah saya dari waktu kecil terbiasa manjat pohon dan memetik buah alpukat langsung dari pohonnya. Saat ini tidak semua orang bisa merasakan manjat pohon sendiri, karena kebanyakan tinggal membeli di supermarket / tukang buah saja.

Bụah alpukat ketika masih mentah berwarna hijau, ketika sudah matang berwarna ungu agak kehitam-hitaman. Sedangkan warna daging buahnya kuning agak kehijau-hijauan. Saat ini alpukat banyak dikonsumsi dengan cara dijus, kalaupun sebenarnya tanpa dijus juga rasanya sudah enak (gurih-gurih bgitu :D).

Demikin ulasan singkat tentang buah alpukat ini, mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan sehingga bísa menanam dan memetik buahnya sendiri.

 

Buah Srikaya Hasil Tanam Ibuku


Buah Srikaya / sarikaya / buah nona (Annona squamosa), buah ini memiliki rasa yang manis dengan biji berwarna hitam serupa dengan biji buah sirsak. Buah ini memiliki mata yang banyak dengan daging buah berwarna putih. Buah srikaya yang sudah siap dipetik adalah yang matanya sudah renggang, simpan 2 – 3 malam baru buah tersebut matang (ketika dipegang jadi empuk) dan bisa dimakan. Gambar buah srikaya diatas diambil bulan februari 2018 di depan rumah ortuku. Alhamdulillah srikaya ini sudah sering berbuah dan dinikmati oleh keluarga kami, yang nanamnya sendiri (ibu) kini sudah tiada. Mudah-mudahan pahala dari kebaikan berupa menanam berbagai macam tanaman mengalir terus kepada ibuku….Aamiin.

Untuk cara menanam bisa melalui biji ataupun mencangkok dari induk srikaya yang terbaik.

Resep Sayur Bening Timun dan Kentang


timun

kentang

A. Bahan :
1. Timun (5 buah), iris kotak-kotak
2. Kentang (3 buah), iris kotak-kotak
3. Bawang merah (3 siung), iris kecil-kecil
4. Bawang putih (3 siung), iris kecil-kecil
5. Bawang daun, iris kecil-kecil
6. Air (1000 ml)
7. Garam (1 sendok teh/ secukupnya)
8. Penyedap rasa (satu sendok teh)
9. Minyak goreng

B. Langkah-langkah :
1. Gorenglah bawang merah dan bawang putih, kemudian setelah selesai simpan dahulu
2. Rebus air di katel atau panci kecil,
3. Masukkan kentang dan timun ke dalam paci, biarkan sampai matang (-+ 15 menit)
4. Setelah matang, masukan irisan bawang daun, biarkan beberapa saat (-+3 menit)
5. Taburkan garam dan penyedap rasa, aduk hingga rata
6. Terakhir, taburkan bawang merah dan putih yang telah digoreng tadi
7. Sayur bening siap disajikan

Sayur imun bening

Sumber Gambar : hasil jepretan jauharulali

Demikian resep sayur bening timun + kentang ini saya buat. Selamat mecoba! 😀