Kunjungan Ke Kampung Naga – Tasikmalaya


DSC_0365

Baru sempat posting hari ini, walaupun kunjungan ke Kampung Naga sebulan yang lalu, tepatnya pada hari jum’at (19-12-2014). Setelah melakukan kunjungan saya merasa senang dan jadi tahu tentang Sejarah Kampung Naga.

DSC_0367

Setelah sampai di tugu Kujang Pusaka, kita harus berjalan kaki melewati kurang lebih 500 anak tangga. Lumayan…kalau yang nggak terbiasa pasti pegel-pegel tuh betis & paha.😀

DSC_0363

 

Semua warga di kampungg naga menggunakan bahasa sunda. Lingkungan disekitar kampung naga dikelilingi sawah dan bukit, yang semuanya masih asri. Pokoknya bakal betah dech kalau tinggal disana, tapi bagi yang sudah terbiasa dengan listrik akan merasa ‘ngarumas’ alias mengeluh karena di malam hari penerangannya menggunakan lampu patromak.

Bentuk bangunan rumah semuanya seragam (rumah adat sunda: panggung, atapnya memakai ijuk) serta warna rumahnya relatif sama yaitu cokelat & putih.

Kemudian seperti jamban ditempatkan terpisah dari rumah, begitupun seperti kandang hewan peliharaan ditempatkan terpisah (ada jarak dari pemukimann warga). Kecuali untuk kandang ayam, saya lihat masih ditempatkan dikolong-kolong rumah.

DSC_0357

DSC_0358

DSC_0361

DSC_0360

DSC_0362

 

Kampung Naga terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jabar, seluas 1,5 Hektar. Jarak dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 km, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 km.

Jumlah bangunan di kampung naga: 113 bangunan, 108 Kepala Keluarga, jumlah  penduduk ada 314 Orang.

Ada 2 Pimpinan di kampung naga:

1. Formal : Kepala dusun, RW, RT (dipilih masyarakat), lama jabatan 5 s.d 6 Tahun

2. Non Formal : Kuncen (memimpin ziarah ke makam), Lebe (ngurus jenazah), lama jabatan seumur hidup.

Nama kampung naga sendiri, bukan karena disana ada naganya api diambil dari bahasa ‘kirata’ yaitu ‘dina gawir’ alias tempatnya berada diantara bukit.

Warga di kampung naga sangat memegang teguh adat istiadat dari leluhur mereka, seperti tidak boleh menceritakan sejarah kampung naga pada hari sabtu, tidak boleh selonjoran kaki ke arah kiblat dll.

Demikian tulisan singkat saya mengenai kampung naga, mudah-mudahan ada manfaatnya.

About jauharulali

Kita tak akan pernah tahu siapa diri kita, sampai kita dpt melihat apa yg bisa kita lakukan

Posted on 30 Januari 2015, in Budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: