Category Archives: Pertanian

Artikel Tantang Pertanian

Buah Sirsak yang kaya akan manfaatnya


Diakhir bulan Februari 2015 ini sebenarnya saya bingung mau nulis apa, iseng-iseng buka file gambar di laptop, ternyata masih ada foto buah-buahan hasil jepretan sendiri beberapa tahun yang lalu.

Akhirnya setelah dilihat-lihat saya menemukan foto buah sirsak hasil dari pohon dibelakang rumah ortu, ini dia penampakannya 😀 :

100_3004

Menurut beberapa sumber informasi, katanya buah sirsak ini kaya akan manfaat diantaraya :

1. Kaya akan Vitamin C

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Nah..selain buahnya, daun dari pohon sirsak juga sudah diketahui banyak orang berkhasiat untuk herbal, seperti :

1. Mencegah kanker

2. Mengobati asam urat

dan masih banyak manfaat-manfaat yang lainnya dari buah maupun daun sirsak sendiri. Untuk hari ini cukup sekian postingan mendadak tentang sirsak yang saya buat. Terima kasih bagi yang sudah berkunjung.

‘Cecenet’ Yang tumbuh subur di depan rumah


cecenet

Cecenet atau ada yang menyebutnya dengan nama ceplukan di daerah saya (Sindangkerta-Bandung Barat) tumbuh dengan subur terutama di sekitar halaman rumahku. Cecenet ini biasanya tumbuh dengan liar tanpa kita menanamnya. Sejak kecil saya selalu memakan buah cecenet ini, sampai saat ini juga masih tetap memakannya. Saat ini sedang ada banyak tumbuh di halaman rumah (musim cecenet). Buah dibungkus oleh penutup, warna sebelum matangnya hijau dan ketika matang warnanya akan menguning. Rasa kalau sudah matang lumayan manis.

Selain buahnya dapat dimakan langsung, daun sampai akarnya sering dimanfaatkan banyak orang sebagai obat tradisional. Caranya dijemur dulu lalu kemudian direbus dengan air secukupnya dan air rebusannya itu bisa diminum sebagai obat tradisional seperti nyeri pinggang atau yg lainya.

 

Menikmati Segarnya Buah Markisa


100_2769

100_2770

100_2891

Bagi sebagian orang, buah markisa mungkin jarang yang memakannya langsung atau paling tidak hanya menikmati sari buahnya yang bisa kita
beli di supermarket yang sudah dikemas dalam botolan. Saat ini saya baru merasakan buah markisa yang dipetik sendiri dari pohonnya langsung yang ditanam didepan rumah. Jenis buah markisa yang ditanam dirumah saya adalah markisa kuning atau menurut bahasa latinnya
adalah Passiflora edulis f. flavicarpa Degner. Karena selain markisa kuning ada juga markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims). Diantara kedua jenis markisa tersebut, markisa kuning itu memiliki rasa yang sangat asam ketimbang markisa ungu yang memiliki rasa yang manis.

Setelah saya mecoba buah pertama yang dipetik dari pohon markisa dan langsung saya seduh dalam sebuah gelas, memang rasanya asam sekali
kalau nggak di tambahkan sedikit gula. Menurut saya ini sangat cocok sekali bagi mereka yang membutuhkan asupan vitamin C yang tinggi, karena menurut beberapa sumber yang saya baca pun memang memberikan keterangan seperti itu terutama sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang sariawan, flu atau lainnya. Kebetulan ketika saya meminum sari buah markisa ini cuaca lumayan cerah sehingga menambah rasa segar ketika saya meminumnya…:D

Menurut beberapa sumber, katanya buah markisa ini bukan buah asli Indonesia alias aslinya berasal dari luar (Amerika Selatan) dan cocok ditanam pada daerah yang beriklaim tropis termasuk di Indonesia…(makanya bisa tumbuah subur dirumahku…hehe).
So..bagi anda yang berminat menanamnya coba saja cari benihnya (biasanya dari biji), kemudian sediakan lahan yang tidak usah terlalu luas kemudian buat tiang-tiang dari bambu yang nantinya akan dilalui oleh pohon markisa tersebut. Sebetulnya pohon markisa yang tumbuh didepan rumahku itu tadinya mau dipindahkan karena masih berada dalam pot kecil, eh ternyata keburu menjalar dan berbuah jadinya dibiarkan apa adanya….:D

Sekali lagi bagi anda yang memiliki lahan sempit pun jangan berkecil hati, itu bisa kita manfaatkan untuk menanam sesuatu yang bermanfaat termasuk menanam pohon markisa yang nantinya bisa kita petik hasilnya.

Selamat mencoba dan rasakan kesegarannya serta kebanggaan ketika kita memetik buah hasil tanam sendiri.

Wassalam…semoga bermanfaat.

Referensi:

http://epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-markisa-yang-dapat-menguntungkan-3545

Buah Manggis, Buah Yang Jujur


manggis_daun

Gambar: Buah manggis yang baru matang (terlihat merah)

  bunga_manggis

Gambar: Bunga dari pohon manggis yang menjadi cikal bakal buah manggis

Dirumahku ada pohon manggis yang kata ortuku usianya sudah beberapa ratus tahun, karena seingat mereka ketika masih kecil pohonnya sudah segitu gedenya (kira-kira tingginya -+ 15 meter). Bahkan waktu nenekku masih kecil, pohon manggis itu tingginya sudah seperti sekarang ini. Pohon manggis didekat rumahku ini adalah warisan leluhurku dulu (weiiis….bahasanya leluhur..he..he..he..)., makanya sampai sekarang dipertahankan untuk tidak ditebang karena selain nanamnya susah (lama pertumbuhannya), buktinya ibuku pernah menanam pohon manggis dari bijinya sekira tahun 1993, sekarang tahun 2010 tingginya masih sekira tiga meteran. Manggis juga merupakan buah yang ‘berharga’ karena tidak semua orang punya pohon manggis dikebunnya. Dari semenjak kecil saya sudah familiar dengan pohon manggis, setiap tahunnya mulai berbuah pada akhir-akhir tahun (september-oktober) dan bisa dipanen sekira bulan januari-februari. Keluarga kami merasa bangga masih memiliki pohon manggis. Setiap kali berbuah saya selalu menyempatkan diri untuk memanjatnya, rasanya nikmat sekali bisa memetik buah manggis sendiri, Alhamdulillah masih bisa diberikan kenikmatan oleh Alloh SWT.

Kalau melihat buah manggis, ada beberapa hal yang saya ingat :

1. Kalau sudah matang warnanya kulitnya menjadi merah, bahkan kalau matang sekali warnanya menjadi hitam

2. Rasanya ada manis dan asamnya

3. Warna daging buahnya putih

4. Ada ‘cupatnya’, kalo dalam bahasa indonesianya cupat itu apa ya…? 😀 pokonya jumlahnya sesuai dengan jumlah daging buahnya, gambarnya ada di bawah ini pokonya :

cupat dagingbuah

Kenapa saya bilang buah manggis, buah yang jujur? karena jumlah ‘cupat’ yang dicangkang sama dengan isi daging buahnya. Kalau enam, isinya pasti enam. Kalau tujuh, isinya pasti tujuh. Coba saja sendiri jika ngga percaya.. :). Selain buah yang jujur, tampaknya kita mesti mencontoh buah manggis ini, walaupun diluarnya hitam tapi dalamnya putih dan manis lagi. Jadi dengan melihat buah manggis ini bisa saya analogikan bahwa kalau melihat orang itu jangan dilihat dari tampang, pakaian, jabatan, hartanya atau cangkangnya saja….ada hal yang lebih penting lagi yaitu isi, dalam hal ini hatinya, niatnya.

Sekian…mudah-mudahan dari buah manggis yang kita kenal ada hikmahnya bagi kita semua…Amiiin…. 🙂